Dalam rangka menyikapi bencana alam
(gempa bumi) yang terjadi pada hari Minggu, 5 Oktober Pukul 12.00 WIP di Distrik Ayamaru Utara
Timur, Kabupaten Maybrat, Propinsi Papua Barat yang diketahui berdasarkan hasil
pemeriksaan BMKG Sorong berkekuatan 4,5 skala rither. Bencana alam yang terjadi
ternyata tidak menelan korban nyawa, tetapi mengakibatkan kerugian lainya yang
cukup besar yaitu kerusakan pada perumahan rakyat sebanyak 30 rumah, akses
taransportasi darat (jalan raya) putus dan tanah longsor.
Berdasarkan hasil peninjauan yang
dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Maybrat yang turun bersama beberapa
instasi terkait serta didampingi oleh Plt. Bupati Kabupaten Maybrat, Drs. Karel
Murafer, MM dalam mengadakan pemeriksaan pada beberapa hari yang lalu, kerugian
yang dialami akibat bencana alam tersebut diperkirakan mencapai
Rp.5.000.000.000 (lima miliar rupiah). Dalam kunjungan yang dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten Maybrat, seusai mengadakan peninjauan secara langsung Plt. Bupati
Maybrat, Drs. Karel Murafer, MM menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Maybrat
akan memberikan bantuan dana, bama dan material kepada korban bencana alam dan
juga akan memperbaiki akses transportasi darat (jalan raya) yang sebagaimana
diketahui mengalami kerusakan cukup parah. Dan juga sebagaimana diketahui,
dalam beberapa minggu berjalan ini bantuan yang diarahkan untuk membantu korban
bencana alam di Distrik Ayamaru Utara Timur masih terus mengalir dari beberapa
pihak diantaranya adalah Pemerintah Propinsi Papua Barat, Pemerintah Pusat, LSM,
Ormas, pihak swasta dan pihak lainnya yang turut memberikan bantuan.
Terlepas dari perhatian yang diberikan
oleh pemerintah, pihak swasta, pihak kemasyarakatan lainnya, mahasiswa Yumasssesss
Kabupaten Maybrat di Jayapura juga turut serta memberikan perhatian moral dengan
melakukan aksi moral (turun jalan) dalam rangka menggalang dana secara sukarela.
Adapun mahasiswa lainnya yang turut melibatkan diri bersama mahasiswa Yumasssesss
dalam melakukan aksi moral adalah mahasiswa Fategomi dan mahasiswa Aifat Kabupaten
Maybrat.
Aksi moral yang dilakukan dipusatkan di
tiga titik, yaitu, perempatan jalan utama lingkaran Abepura, pertigaan jalan utama lampu merah Waena dan
perempatan jalan utama lampu merah Dok 2.
Aksi
moral ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu dimulai pada hari Kamis, 9 Oktober 2014
sampai dengan berakhir pada hari Sabtu, 11 Oktober 2014.
Menurut Yermia
Kambuaya (Koordinator Aksi), kegiatan aksi moral ini merupakan salah satu wujud
nyata dari sikap kepedulian kami mahasiswa Yumasssesss terhadap masyarakat yang
tertimpa bencana alam di Kabupaten Maybrat. Kami mahasiswa Fategomi dan
mahasiswa Aifat merasa terpanggil untuk membantu mahasiswa Yumasssesss melakukan
aksi moral ini karena kami menyadari bahwa bencana alam yang menimpa bebeberapa
kampung di Distrik Ayamaru Utara Timur bukan menjadi beban bagi mahasiswa Yumasssesss
semata, tetapi beban tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, yaitu,
mahasiswa Maybrat dan mahasiswa Papua secara umum, lanjut Kristian Asmuruf, Perwakilan
Mahasiswa Fategomi.
Hasil penggalagan dana yang di peroleh
melalui aksi moral yang dilakukan oleh mahasiswa Yumasssesss, mahasiswa Fategomi
dan mahasiswa Aifat selama 3 hari yaitu sebesar Rp.45.000.000.00; (empat puluh
lima juta rupiah). Rencananya dana yang diperoleh ini akan diserahkan kepada
Ikatan Masyarakat Distrik Ayamaru Utara Timur di Jayapura yang mana merupakan
perwakilan masyarakat yang tertimpa bencana alam di Kabupaten Maybrat dalam
beberapa waktu dekat ini. Dan pada saat penyerahan dana tersebut kepada korban
bencana alam, prosesnya akan diwakili oleh salah satu perwakilan dari mahasiswa
Yumasssesss di Jayapura yang akan bersama salah satu perwakilan dari Ikatan
Masyarakat Distrik Ayamaru Utara Timur untuk menyerahkan dana tersebut secara
langsung kepada korban bencana alam di Kabupaten Maybrat dalam beberapa waktu
dekat ini.
Media HIPMAPSU-JPR

